Tugas Akhir

perbandingan bahan imobilisasi bakteri agrobacterium tumefaciens LSU20 pada biodesulfurisasi dibenzotiofena dalam model minyak tetradekana

Skripsi

Abstrak

Oleh : I Gst Gd Mayun Bary Aditama Pradana

Email : -

Fakultas / Jurusan : Fakultas Teknologi Pertanian / S1 Teknologi Industri Pertanian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bahan imobilisasi yang memiliki aktivitas degradasi dibenzotiofena (DBT) paling tinggi dan stabilitas dari bead. Biodesulfurisasi (BDS) dibenzotiofena (DBT) dilakukan dengan menggunakan dua bahan imobilisasi yang berbeda dalam sistem model minyak. Biodesulfurisasi dilakukan dengan inkubasi dari 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sodium alginat (Na-alginat) merupakan bahan imobilisasi yang tepat dibandingkan sodium karboksimetil selulosa (Na-CMC). Selama inkubasi selama 24, 48, dan 72 jam Na-alginat memiliki aktivitas degradasi lebih tinggi 60,18%, 62,03%, 66,17%, sedangkan Na-CMC 56,60%, 58,72%, 61,42%. Uji stabilitas juga menunjukkan bahwa Na-alginat memiliki stabilitas dan daya tahan yang lebih kuat, Na-alginat dapat digunakan hingga lima kali pengulangan dengan hasil 60,95% sedangkan Na-CMC dapat digunakan hingga empat kali pengulangan dengan hasil 56,60%.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3