Gunakan Teknik Enkapsulasi, Mahasiswa Prodi TIP FTP Unud Teliti Potensi Daun Singkong Sebagai Pewarna Alami
Salah satu mahasiswa
Program Studi Teknologi Industri Pertanian yaitu Made Ayu Dhava Vagisvari Giri
Putri yang akrab disapa Dhava gunakan Teknik Enkapsulasi teliti pewarna dari
Daun Singkong. Penelitian ini dilakukan oleh Dhava dibawah bimbingan Ibu Dr.
Ir. Ni Made Wartini, M. P. selaku pembimbing I dan Dr. I Wayan Arnata, S. TP.,
M. Si selaku pembimbing II. Penelitian yang dilaksanakan ini mampu
mengantarkannya mendapatkan Gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP.)
Teknik Enkapsulasi
merupakan sebuah metode yang
dilakukan untuk melapisi suatu bahan inti dengan tujuan melindungi komponen
yang sensitif dari pengaruh lingkungan. Dalam penelitian yang dilakukan Dhava
menggunakan Perbandingan Maltodekstrin-Karagenan sebagai Enkapsulan untuk
melapisi bahan inti yaitu Ekstrak daun singkong yang akan digunakan sebagai
pewarna alami. Menurut informasi yang diberikan oleh Dhava, Daun singkong memiliki kandungan klorofil
yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi pewarna alami. Menurutnya,
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh
perbandingan maltodekstrin-karagenan dan konsentrasi enkapsulan terhadap
karakteristik enkapsulat pewarna daun singkong sehingga didapatkan perlakuan
terbaik untuk menghasilkan enkapsulat pewarna dari ekstrak daun singkong.
Adapun tahapan penelitian
yang dilakukan untuk mendapatkan enkapsulat daun singkong yang berpotensi digunakan
sebagai pewarna alami adalah daun singkong dikecilkan ukurannya lalu di
blancing, setelah itu daun singkong dikeringkan dengan menggunakan oven hingga
kering. Daun singkong yang telah kering dihaluskan menggunakan blender dan
dikecilkan ukurannya dengan ayakan 80 mesh sehingga didapatkan bubuk daun
singkong. Bubuk daun singkong ditambahkan CaCO3 dan dilarutkan dengan pelarut
aseton 85% serta di ekstraksi menggunakan metode maserasi. Setelah mengalami
proses ekstraksi daun singkong di saring dan dilanjutkan dengan proses
enkapsulasi menggunakan enkapsulan perbandingan maltodekstrin dan karagenan
sehingga didapatkan enkapsulat pewarna daun singkong.
Selaku peneliti, Dhava
melaporkan bahwa enkapsulat pewarna dari daun singkong berpotensi menjadi pewarna
alami dan menggantikan pewarna sintetis. Seperti yang dikatakan sebelumnya Daun singkong memiliki
kandungan klorofil yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi pewarna alami.
Hasil penelitian yang didapatnya bahwa enkapsulat ekstrak daun singkong mengandung total klorofil
sebesar 11,17 ppm, dimana klorofil b lebih dominan dengan kandungan klorofil b
sebesar 7,74 ppm sedangkan mengandung klorofil a sebesar 3,43 ppm. Pewarna
alami daun singkong ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan.



FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA