Wujudkan Keberlanjutan Kopi Kintamani, I Wayan Gede Sedana Yoga Raih Gelar Doktor di Unud

DENPASAR – Program Studi Doktor (S3) Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana kembali melahirkan doktor baru. I Wayan Gede Sedana Yoga, S.TP., M.Agb., resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman, Denpasar.

Dalam sidang tersebut, promovendus memaparkan penelitian mendalam yang berjudul "Model Pengembangan Agroindustri Kopi Arabika Kintamani Berkelanjutan". Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam memperkuat daya saing kopi Kintamani sebagai komoditas unggulan Bali di pasar global.

Dalam paparannya, Dr. I Wayan Gede Sedana Yoga menjelaskan bahwa agroindustri kopi Kintamani memerlukan model pengembangan yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga ekosistem dan kesejahteraan petani.

"Model ini dirancang untuk menjawab tantangan fluktuasi harga dan perubahan iklim, dengan mengedepankan sinergi antara teknologi pengolahan, penguatan kelembagaan petani, dan pelestarian indikasi geografis," ujarnya di hadapan dewan penguji.

Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang yang didampingi oleh tim promotor dan penguji yang kompeten di bidangnya. Dewan penguji memberikan apresiasi atas kontribusi pemikiran promovendus yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri pertanian saat ini, khususnya dalam mendukung sektor agrowisata dan ekspor di Bali.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengembangan wilayah berbasis komoditas perkebunan yang berkelanjutan.

Keluarga besar Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengucapkan selamat kepada Dr. I Wayan Gede Sedana Yoga, S.TP., M.Agb. atas pencapaian tertingginya di bidang akademik. Semoga ilmu yang diraih dapat memberikan manfaat luas bagi kemajuan dunia pertanian dan kesejahteraan masyarakat tani di Kintamani dan Bali pada umumnya.